OPTIMASI ON PAGE SEO

Apa sebenarnya optimasi on page SEO?

SEO on page adalah praktek optimasi SEO yang dilakukan pada konten yang diterbitkan. Kita sengaja melakukan ini agar Google lebih mudah memahami isi blog dan melakukan indexing dengan lebih cepat dan signifikan. Ini banyak hubungannya dengan Google Search Console, tetapi kita akan lakukan optimasi ini langsung di blog Anda.

Nah, karena optimasi on page ini berhubungan dengan konten, secara otomatis Anda akan optimasi ke semua halaman blog Anda. Mesti terdengar ribet justru optimasi ini jauh lebih mudah dilakukan daripada optimasi yang lainnya. Kenapa? Karena kita akan menggunakan bantuan plugin yang namanya Yoast SEO.

Jika Anda sudah install plugin Yoast SEO dan sudah menulis konten, scroll ke bagian bawah sehingga menemukan gambar seperti berikut ini.

Kemudian, masukan keyword yang sebelumnya Anda riset. Lalu scroll lagi ke bawah dan lihat indikator di bawah kata kunci yang Anda masukin. Nah, di area tersebut Yoast SEO akan menunjukan apa saja yang perlu di improve, dan apa yang udah bagus.

Biar gak bingung yuk kita bahas satu persatu!

  1. Keyphrase in title, menunjukan apakah kata kunci utama yang Anda pilih sudah masuk di judul atau belum. Jadi, kalau indikatornya warna orange berarti kata kuncinya belum masuk di judul yang paling atas.
  2. Outbound links, yaitu link ke luar halaman blog Anda yang akan dijadikan referensi.
  3. Internal links, yaitu sebuah link dari satu halaman menuju halaman lainnya di dalam sebuah website yang sama. Semua konten ini ada milik Anda.
  4. Keyphrase in introduction, yaitu indikator yang menunjukan apakah kata kunci yang Anda gunakan sudah ada di paragraf awal introduction konten Anda.
  5. Keyphrase distribution, yaitu indikator dari sebaran kata kunci yang ada di dalam artikel  yang Anda tulis. Artinya apakah kata kunci yang Anda buat sudah tersebar secara merata di paragraf-paragraf konta Anda.
  6. Keyphrase lenght, yaitu indikator apakah kata kunci yang Anda gunakan terlalu panjang atau sudah sesuai.
  7. Keyphrase density, yaitu indikator dari seberapa banyak kata kunci yang Anda gunakan dalam sebuah konten. Ini tergantung dari jumlah konten yang Anda buat.
  8. Keyphrase in meta description, yaitu indikator untuk memastikan jika kata kunci yang Anda gunakan sudah tercantum di meta deskripsi.
  9. Priviously used keyphrase, yaitu indikator yang digunakan untuk memastikan bahwa kata kunci yang Anda gunakan belum pernah digunakan sebelumnya.
  10. Keyphrase in subheading, yaitu indikator yang memastikan jika kata kunci yang Anda gunakan ada di dalam sub heading.
  11. Image alt attribute, yaitu indikator
  12. Text lenght, yaitu indikator yang menunjukan berapa banyak kata yang ada di sebuah konten. Apa kepanjangan atau kependekan.
  13. SEO title widht, yaitu indikator yang menunjukan kesesuaian panjang judul konten dengan prinsip SEO. Kalau kepanjangan judulnya akan kepotong.
  14. Keyphrase in slug, yaitu indikator yang memastikan jika kata kunci yang Anda gunakan sudah tertera di URL.

Kemudian, terkadang orang-orang suka lupa tentang pentingnya gambar. Kenapa? Karena gambar merupakan bagian yang perlu Anda optimasi, sebab ada beberapa user yang mencari konten melalui gambar yang ada di Google.

Hal pertama yang harus Anda perhatikan, yaitu pastikan Anda menggunakan gambar yang memiliki ukuran file dibawah 500kb. Anda bisa resize image sebelum di upload.

Alasan penting kenapa Anda harus menyesuaikan image sebelum di upload adalah:
  1. Menghemat disc space server atau hosting. Sayang jika Anda tidak bisa menghemat karena alasan tidak bisa optimasi.
  2. Website menjadi lebih cepat, karena jika filenya besar otomatis loadingnya juga lebih lama.

Lalu, bagaimana cara me-resize image?

Cara me-resize image:
  1. Gunakan gambar dengan format JPG, JPEG dan atau PNG.

Format JPG memberikan ukuran gambar yang lebih kecil. Disarankan menggunkan format JPG karena lebih enteng, jika Anda menggunakan gambar yang bentuknya kaya ilustrasi, poster atau sesuatu yang resolusinya tinggi, Tetapi, jika Anda butuh untuk screenshoot atau butuh gambar yang memang detail maka disarankan gunakan format PNG.

Kemudian, Anda akses URL website tinypng.com atau tinyjpg

Selanjutnya Anda masukan gambar yang akan di resize, tunggu beberapa saat dan akan terkompres ke size yang lebih kecil. Lalu, pilih tombol download dan gambar siap di gunakan di konten yang akan Anda buat.

Jika sudah upload gambar yang sudah di resize tadi, Anda jangan langsung publish kontennya terlebih dahulu. Perhatikan dulu alt text atau alternative text, yaitu attribute HTML yang akan ditampilkan saat foto tidak dapat di load. Selain itu, software pembaca website(untuk orang tuna netra) juga akan membaca teks ini.

Kenapa harus menggunakan alt text?

Pentingnya menggunakan alt text?
  1. Memudahkan proses crawling Google, apa sebenarnya gambar yang Anda pasang itu. Karena Google tidak bisa lihat gambar.
  2. Membantu rangking di hasil pencarian image Google.
  3. Memahami pengguna untuk memahami konteks Anda ketika gambar tersebut error.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *