JABIR IBNU HAYYAN : SANG PERINTIS TEORI MOLEKUL

Tidak salah jika dunia menjulukinya sebagai Bapak Kimia modern. Ahli Kimia muslim terkemuka dari era kekhalifahan yang di dunia Barat dikenal dengan julukan Geber itu memang sangat fenomenal. Betapak tidak, 10 abad sebelum ahli Kimia Barat bernama John Dalton (1766-1884) mencetuskan teori tentang molekul Kimia, Jabir Ibnu Hayyan telah terlebih dahulu menemukannya di abad ke delapan. Jabir Ibnu Hayyan dilahirkan pada tahun 721 M dan dibesarkan dalam keluarga dokter. Beliau merupakan salah seorang tokoh yang dianggap paling pantas dijuluki sebagai wakil utama alkemis (ahli Kimia) dari Arab pada masa awal perkebangannya. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Jabin bin Hayyan Al Kufi As Sufi.

Kumpulan tulisan Ibnu Hayyan terbagi dalam beberapa kelompok yang sangat penting, yaitu pertama, buku-buku yang berisi esai-esai yang menguraikan praktik-praktik alkemi secara sistematis dengan beberapa acuan yang menunjuk pada praktik alkemi kuno. Kedua, buku-buku yang berupa eksposisi sistematis tentang pengajaran alkemi oleh Jabin Ibnu Hayyan sendiri.Ketiga, Book of teh Balances, kitab mengenai kesetimbangan-kesetimbangan, sebuah eksposisi mengenai landasan teori atau filosofi alkemi dan ilmu  gaib. Beliau juga menulis 306 buku tentang Kimia. Buku-buku tersebut telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan kini tersebar di banyak perpustakaan di seluruh dunia.

Nama Jabir melejit sebagai ahli Kimia setelah beliau menampilkan metode-metode riset Kimia yang telah ditemukannya, sehingga menempatkannya sebagai tokoh perintis empirisme sebagai sebuah metodologi ilmiah. Beliau pun mampu mengemukakan pandangan-pandangannya tentang terori pembentukan geologis dari campuran macam-macam logam. Beliau juga telah mempelajari dan mendalami, kemudian menjelaskan, cara-cara pembuatan karbonat, senyawa-senyawa sulfida dari arsen.

Dismaping itu, Jabir diketahui telah melakukan upaya-upaya pemurnian logam-logam, cat warna kain, kulit dan sebagainya.

Untuk menunjukan aktivitasnya sebagai ilmuan, Jabir mendirikan sebuah laboratorium untuk keperluan eksperiman-eksperimen seperti sublimasi, penyaringan, kristalisasi dan lain sebagainya. Beliau menganggap eksperimen merupakan aspek paling penting dalam Kimia. Jabir berpendapat bahwa seseorang yang tidak meletakan dasar pengetahuan atas bukti eksperimen, maka besar kemungkinan beliau akan melakukan kekeliruan-kekeliruan.

Nilai ilmu Kimia tidak diakui oleh apa yang telah dibacanya melainkan oleh apa yang telah diuji dan dibuktikan kebenarannya lewat eksperimen-eksperimen. Penelusuran literatur oleh Ibnu Hayyan yang sedemikian banyaknya, yang terdiri dari hampir semua ilmu yang ada pada waktu itu hingga akhir abad ke 8 benar-benar tidak tertandingi. Fakta-fakta yang ada menunjukan bahwa kumpulan tulisan tersebut telah dikompilasi pada akhir abad ke 9 dan awal abad ke 10 M.

Dengan apa yang telah dilakukannya, pantas bila Jabir Ibnu Hayyan disebut-sebut sebagai Bapak Kimia Islam pertama. Beliaulah ilmuan pertama yang menggunakan metode ilmiah dalam aktivitasnya di bidang alkemi, yang kemudian dikembangkan menjadi ilmu Kimia seperti yang kita kenal sekarang ini. Namanya tercatat pula dengan tinta emas sebagai orang pertama yang mendirikan sebuah laboratorium dan mempergunakan tungku untuk mengolah mineral-mineral dan mengekstraksi zat-zat dari mineral tersebut serta mengklasifikasikannya. Arena kediupan Jabir sendiri akrab dengan dunia empiris dan medis. Jabir menghasilkan mengklasifikasikan berbgai ragam benda, yang dalam hal ini beliau susun berdasarkan unsur-unsur Kimianya. Beliau membaginya menjadi tiga, yaitu, tubuh, nyawa dan akal. Dalam kaitannya dengan unsur-unsur Kimia, maka emas (Au) dan perak (Ag) termasuk dalam bagian tubuh. Sulfur(S) dan arsenik (As) termasuk dalam bagian nyawa. Sedangkan merkuri (Hg) atau air raksa dan sal amoniak(batu bara dan sari minyak) tergolong bagian awak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *